CHRISTmas time…

Standard

Dua hari lagi akan merayakan Natal.. Bersyukur utk Firman di Ibadah pada beberapa minggu Adven mengingatkan bahwa tujuan kita adalah menyerupai-NYA secara karakter. Kerendahan hati, kelemahlembutan, kebaikan, kesabaran, pengendalian diri, memperjuangkan dan hidup dalam kebeneran dst.. Kualitas karakter yg dimiliki-NYA yang harus terwujud dalam hidup para pengikut-NYA.

Melihat kondisi sekitar, makin melihat betapa langkanya dan betapa dikaguminya orang – orang yang jujur dan berintegritas.

Kiranya Citra-MU terwujud dalamku. Itu resolusiku untuk tahun 2010. Semakin serupa dengan-nYA dalam karakter.

Selamat Natal 2009 semuanya!

Love in the Time of Cholera.. Don’t like it..

Standard

Nonton film ini Jumat malam kemarin sama Hubby. Antusias bgt tadinya, berharap bisa menonton suatu film romantis nan indah, terutama setelah baca review film ini di Kompas bbp waktu yg lalu.

Ternyata.. mengecewakan. Itu sih bukan cinta.. Ga suka sama ide bahwa cinta tumbuh dari pandangan pertama. Menurutku cinta tumbuh karena pengenalan. Dan pengenalan butuh waktu..
Butuh waktu untuk menyelami karakternya..

Makanya aku suka Pop Corn, karena cinta antara Chibi dan Nakki tumbuh karena pengenalan yang dalam:). Itu baru romantis menurut aku..

Selain itu, kalaupun cinta, kenapa dia tidur dengan 600-an (!) wanita?? Setia menanti cinta apanya?

Banyak yg bilang sih novel-nya jauh lebih bagus.. Hmmm.. mungkin yah?

Tapi kalo kisahnya begitu yah tetap ga suka ah..

Lost My Wallet (again!) :( :( but Find Comfort in HIS never ending LOVE :) :)

Standard

Aduh sedih bgt.. Kehilangan dompet lagi utk yg kesekian kalinya😦😦..
Tadi pagi emang sibuk terima telp dan menelp2 orang sih di bus, setelah turun dari kereta di Sta. Sudirman..

Soalnya ada kabar bahwa my dear cousin Rina harus mendadak ke Manado hari ini krn dapat telp kalo Papanya sakit kritis (cepet sembuh, Om Ca!! Pray hard for you and fam!!). Trus Oma Nel jg telp berkaitan dengan pesanan dodol ke Om Ca juga mengenai batalnya Rina merias pengantin di kawinan Non hari Minggu ntar.

Setelah itu aku sibuk sms beberapa sepupu yang lain untuk mendukung pergumulan Om Ca yg lagi sakit..

Nyampe kantor, agak siangan gitu aku mau ambil uang di dompet untuk jajan (iya nih seneng jajan ;p), tapi koq ga nemu???

Aduh3x.. setelah bongkar sana sini, beneran deh, I lost my wallet again!! Sedihnya..

Ada ATM, KTP, Kartu Asuransi, Kartu2 Rumah Sakit, Kartu Izin Praktek Advokat Sementara-nya Peradi, foto – foto, ………………………..😦😦

Untungnya sih uangnya ga banyak (ga sampe Rp 50rb), untungnya memang blm ke ATM kemarin..

Tapiiii.. tetap aja kebayang nih repotnya harus ke sana kemari ngurus ini itu😦😦

Yah, kalo lagi begini selalu keingat bahwa : Nothing lasts forever.. Tiada yang baka di dalam dunia.. Semua yang indah pun akan lenyap.. Tapi kasihNya sungguh bernilai dan tinggal tetap..

Udah ah, jadi ga konsen kerja nih..

Ohya, tadinya hari ini mau janjian makan siang bareng AKK SMA 8 (Reita & Martha) di PS trus malam mau janjian makan malam bareng AKK FHUI (Beto & Laurenz) di Plangi ;p.

Untung juga sih Reita batalin karena Bos ngasih pekerjaan kemarin dengan deadline hari ini . Tapi untuk yang malam mudah – mudahan jadi karena sekalian Theia ke airport nganterin Omanya yang mau ke Manado ntar malam, jadi pulang dari aiport bisa jemput aku di Plangi.. Lagian udah kangen sama AKK – AKKku itu🙂.

Ayo, kembali bekerja! Konsentrasi dan menikmati kasihNya yang tidak pernah berubah dan tidak berkesudahan.

PS : Cepat sembuh untuk Opa Kian dan Om Ca yah! Untuk saudara – saudara, semoga menikmati dan mengalami kasihNya.

Oh help me..

Standard

Yup, confirmed. He officially sent his unreliable assistant to replace him at 2mrw’s meeting at Millenium Hotel, all by myself (well, will be accompanied by a tax consultant), to meet an expat whom I never met before… So, am gonna go home late 2day.. Gotta study study study.. Oh please help me..

The Inglorious Basterds..

Standard

Setelah membaca review atas film di atas di Harian Kompas bbp waktu yll, timbullah rasa penasaran untuk menontonnya. Ditambah lagi dgn status beberapa orang teman di facebook yang memuji – muji film tersebut… Jadi penasaran deh..

Masalahnya agak susah nih sekarang cari waktu utk nonton film di bioskop sebagai seorang ‘so-called-working-mommy‘..

Kemarin datanglah kesempatan itu. Theia mau diajak Opa-Omanya ngambil barang2 Papa Hembonya yg mau berhenti nge-kos per akhir bulan ini. Ngambil barangnya malam, setelah jemput Opanya pulang kantor. Jadi aku minta dijemput aja sekalian di kantor, dan berhubung mereka bakal nyampe mlm bgt di daerah sekitar sini, bisa deh curi waktu untuk nonton film itu di Senci yang pas bgt maennya jam 18.10..

Jadilah semalam nonton film itu sendirian.. Ini kedua kalinya nonton film di bioskop sendirian. Sebelumnya pernah nonton Saving Private Ryan sendirian juga (eh koq sama2 film perang dan rada sadis yah?)..

Kisah awal film tersebut sangat menjanjikan (apa sih?).. Dialog pembukanya cerdas, membawa emosi bgt.. Kalo dianalisis dari sudut psikologis bagus juga kali tuh yah. Gimana Bapak tsb dari yg awalnya keliahatan tegar dan tegas bgt sampe jadi melemah, dan akhirnya menyerah.. Bukan karena paksaan fisik melainkan krn permainan kata si Kolonel Hans Landa (Christopher Waltz – setauku ia banyak dapat pujian atas aktingnya ini, dan sudah diganjar dengan Best Actor dalam Cannes Film Festival) itu untuk memberi tahu tempat persembunyian keluarga Yahudi yg disembunyikannya.

Kekuatan kata2 itu memang besar bgt yah.. Jadi ingat buku Agatha Christie, “Tirai” yang membuat Hercule Poirot kesulitan membuktikan bahwa pembunuh sebenarnya bukanlah orang – orang yang melakukan tindakan membunuh secara fisik yang kasat mata itu, melainkan adalah seseorang yang melakukannya melalui kata – kata yang ia lontarkan… Great book!

Kemudian cerita ini berlanjut ke kisah mengenai The Basterds yang dikepalai oleh Lt. Aldo Raine (Brad Pitt) dengan segala sepak terjang mereka untuk membasmi dan menyiksa setiap anggota NAZI. Yang akhirnya membawa mereka bertemu dengan aktris cantik asal Jerman yang ternyata jadi mata – matanya AS (diperankan oleh Diane Kruger) dan juga secara tidak langsung menjadi terkait dgn Sosshana yang keluarganya dibunuh oleh Hans Landa empat tahun sebelumnya.

Cerita ini selain byk adegan sadis (sampe aku berulang kali tutup mata pake tangan), juga banyak lucunya.. Misalnya soal Letnan Aldo raine dan anak buahnya yg gelagapan ketika diajak berbicara dalam bahasa Itali pdhl mereka ngakunya orang Itali. Jadi ketawa2 sendiri juga (bersama para penonton lain juga sih)..

Omong – omong, Brad Pitt keren yah?🙂.. (*Intermezzo ajah*).

Hmm.. Film ini menghibur banget sih, dari segi bisa bikin ketawanya, dan dari segi tidak membosankannya. Juga dari segi ‘unpredictable story and ending’-nya.

Film ini juga ironis banget.. Di film ini, pada akhirnya, tidak ada tokoh yang ‘baik’ dan ‘buruk’.. Tidak ada pemenang sejati.. Tiap tokoh punya kisah dan motivasi masing – masing, dan ironisnya berakhir dengan kesimpulan bahwa ternyata semuanya (baik NAZI maupun org Yahudi-nya sendiri, termasuk si Sosshana yang adalah korban di awal film) merupakan Inglorious Basterds themselves…

Mereka memilih untuk membunuh, menghabiskan nyawa orang lain atas dasar kebencian, balas dendam, dan ‘pride’.. Memang begitu yah kejadian pada masa perang itu?? Nyawa manusia serasa murah banget..

Setelah film berakhir, para penonton sih tampak puas.. Sepuas ketika mereka menikmati adegan sadis di dalamnya😦..

Film ini memang menghibur banget, dan masuk kategori bagus dari sisi : film – film yang dibuat dengan teliti (latar belakang sejarah, cara berpakaian, detil – detil tokoh yang kuat karakternya) ; film – film yang punya alur cerita yang masuk akal ; film – film yang kisah dan akhirnya tidak mudah ditebak… tetapi tetap film yang menurut aku benar – benar bagus adalah film – film yang menghibur tapi tidak menjadikan kekerasan sebagai hiburan juga tidak menjadikan seks sebagai hiburan ; film – film yang ada unsur edukatif – nya, yang membuat kita berpikir, merenung tentang hidup dan membuat kita termotivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.., dan bukannya menjadi Inglorious Basterds…

Disclaimer : I’m not a Movie Critic.. Ini sekedar berbaginya orang amatir aja:)..

NB : Menurut aku Sutradara Film adalah orang – orang jenius!! Yang kreatifitasnya tinggi banget, yang bisa merencanakan, mengatur, mengarahkan dan menghadirkan sesuatu yang mustahil menjadi sesuatu yang bisa kita nikmati.. Bravo buat para sutradara hebat!!

Karena 171009

Standard

Sehubungan dgn kejadian Sbt kemarin, jadinya Mgu mlm ga bisa tidur dan jadi bertanya2, apakah sebaiknya aku resign aja dan jadi stay at home Mom? Apalagi dari sate Mgu mlm (ODB) sepertinya mengarah ke sana.. Membayangkan itu excited bgt, krn senang akan menghabiskan hari demi hari dgn Theia. Pastilah ada penyesuaian soal keuangan, tapi ga drastis2 bgt kan I don’t really make much money juga tokh.. Trus gaya hidup kami jg biasa2 aja koq hehe..

Hmm, cuma satu hal lagi, ga pengen jg terus2an ga kerja nanti2 kalo Theia udah gedean.. Berhubung blm byk pengalaman di bidang hukum, jadinya bingung juga deh..

Oh oh koq jadi dilema gini yah? Pengen bgt kerja yg part time..